Kejutan dari Muridku

Sekarang saya sudah melatih paduan suara anak di GIA Lengkong Besar yang nama paduan suaranya “Anoint Children Choir” dan di GKKKB Taman Kopo Indah II yang nama paduan suaranya “Little Shine Children Choir”. Kenapa saya kasih judul Kejutan dari muridku? Yaa, karena hari ini saya diberi kejutan oleh mereka.

Cuaca bulan ini sudah memasuki musim hujan, jadi hampir setiap hari disini (Bandung) hujan. Begitu pun hari ini, dari pagi hujan sudah mengguyur kota Bandung. Dan sore ini saya akan melatih Little Shine Children Choir. Karena dari tempat saya tinggal ke tempat latihan jaraknya sangat jauh dan jalanan yang saya lewati biasa macet, jadi saya biasa pergi dari jam 12.00 padahal latihan dimulai jam 15.00. Dan seperti biasa, jalanan begitu macet karena hari ini hari Sabtu (Malam Minggu), dan saya sampai di GKKKB Taman Kopo Indah II jam 14.15. Huaalaaah, diperjalanan 2 jam!! Sudah kaya yang mau ke Jakarta aja ya kan? Sesampai di depan gereja, saya bertemu dengan 2 murid saya yang bernama Yessinda dan Riri. Dan mereka bertanya “Ci Abeth, kok tumben pake celana pendek?” Mereka bertanya seperti ini mungkin karena mereka tidak pernah melihat saya memakai celana pendek (celana diatas lutut). Dan saya pun menjawab “Iya, soalnya diluar kan hujan jadinya cici pake celana pendek kar’na kalau pake celana panjang nanti pasti basah, tapi ci Abeth bawa celana ganti kok”. Lalu saya ke kamar mandi untuk ganti baju, pada saat saya baru saja membuka pintu kamar mandi, Yessinda dan Riri sudah ada di depan pintu kamar mandi dan menyuruh saya untuk cepat-cepat keluar dan saya pun keluar.

Setelah saya keluar, lalu saya mengambil sabun cuci muka untuk cuci muka. Pada saat saya mau ke kamar mandi, Yessinda dan Riri yang berada di dapur melarang saya untuk masuk ke dapur ataupun ke kamar mandi. Saya mengira, kalau mereka akan menjahili saya. Saya sudah berpikiran buruk terhadap mereka. Akhirnya mereka membolehkan saya untuk ke kamar mandi. Setelah saya di kamar mandi dan mau keluar, mereka melarang saya untuk keluar. Bertambahlah pikiran buruk saya terhadap mereka. Akhirnya mereka membolehkan saya keluar dan memberitahu saya dengan teriak dari kejauhan “Ci Abeth boleh keluar”. Dan saya pun keluar dengan hati-hati kar’na siapa tau ada jebakan. Dan diatas meja dapur apakah yang saya lihat? Teng.. Tereng.. Toneng.. Ternyata segelas jus sirsak yang segar dan selembar kertas yang berisikan tulisan “Untuk ci Abeth”. Pada saat saya melihat itu, Waaaaaww!! Betapa terkejutnya saya, saya begitu senang dan terharu dengan apa yang mereka lakukan. Saya tadi sudah berpikiran buruk terhadap mereka kalau mereka akan membuat jebakan untuk saya, ternyataaaaaa bukan jebakan yang mereka buat tapi kejutan lho! Itu sangat sangatlah menyentuh hati saya..

Terimakasih muridku, Yessinda dan Riri.. Terimakasih untuk kejutannya (jus sirsaknya) Tuhan memberkati! Dan maaf kalo ka Abeth sempat berpikiran buruk.. Hehehehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s