Hampir ditingal kereta

Alasanku kenapa aku milih naik kereta api dibanding naik travel ataupus bus yaitu:

  1. Fasilitas yang disediakan lebih nyaman: AC selalu dingin, bersih, tersedia  panel untuk charge di setiap kursinya, jadwal keberangkatannya pasti, tidak ada asap rokok dan tidak ada lagi yang berjualan di dalam kereta, perjalanannya juga lebih nyaman karena bebas dari macet juga, karena sering kali ketika aku pake transportasi lain terjebak macet di Tol Cipularang bisa sampai berjam-jam di tol, udah gitu kalo naik travel/bus kadang suka ngeri sendiri kalo pas lagi dapet supir yg ugal-ugalan/ kebut-kebutan di jalan.
  2. Pembelian tiket lebih mudah karena sudah bisa via online, bahkan seringkali aku dapat DISKON.
  3. Harga tiket kereta api di banding dengan travel, lebih murah kereta api, kalo kita beli tiket kereta api yang seharga travel, kita udah dapat yg kelas Eksekutif.

 

Hai guys, aku mau cerita pengalamanku kemarin ketika aku hampir aja ditinggal kereta alias telat. Jadi waktu hari Jumat, 23 September 2016, aku rencana mau pergi ke Jakarta. Aku pergi dari Stasiun Bandung (BD) dengan tujuan akhir Stasiun Gambir (GMR).

Nah, aku biasa pesan tiket online maksimal sih H-1 sebelum keberangkatan. Karena lebih mudah pesan online, jadi ketika kita sampe stasiun tinggal check-in dan boarding aja.

Jadi,  setiap minggunya aku selalu PP Bandung-Jakarta pakai kereta api, pergi hari Jumat sore dan pulang hari Minggu siang karena ada pelayanan di Jakarta. Karena aku biasa pesan tiket untuk keberangkatan jam 15.30 WIB, aku biasa pergi dari rumah jam 12.45 WIB dan sampai di Stasiun Bandung 1jam sebelum keberangkatan atau 30menit sebelum keberangkatan.

Tapi, Jumat kemarin aku melakukan beberapa kelalaian:

Yang pertama, aku lupa membawa KTP-ku.

Setelah aku pergi dari rumah sudah lumayan jauh dari rumah, aku baru sadar kalo KTP-ku ketinggalan di rumah. Aku lupa bawa, dan ini mengharuskan aku untuk balik lagi ke rumah. Karena tidak akan mungkin aku bisa pergi ke Jakarta, pasti ketika boarding, ada pemeriksaan tiket yang disesuaikan dengan nomor KTP. Akhirnya aku balik lagi dan waktupun terbuang begitu saja.

Yang kedua, aku lupa kalo PON diadakan di Bandung.

Aku juga lupa kalo selama sebulan ini masih diadakan PON di kota Bandung dan aku gak nyangka banget kalau Bandung bakalan macet seperti kemarin. Selama di jalan aku udah panik banget karena liat jalanan yang macet banget sendangkan waktu terus berjalan, rasanya tuh campur aduk deh, pengen marah, penge nangis, dll campur jadi satu deh. Hari itu bener-bener panik sepanik-paniknya, selama dijalan aku tinggal liat jalan liat jam lagi, liat jalan lagi, liat jam lagi. Dan selama dijalan juga cuma bisa berdoa, berharap masih bisa keburu, karena kalo sampe ketinggalan kereta udah gatau deh mau gimana, mana hari itu bawa duit pas-pasan banget.

Sampai akhirnya aku tiba di stasiun Bandung jam 15.20 WIB (10menit sebelum keberangkatan), ketika aku turun dari mobil, aku langsung lari cepat sekali. Buru-buru ke tempat check-in. Ketika sampai di tempat check-in, aku lihat antre-an orang-orang yang mau check-in panjang banget. Tapi bersyukur banget, Petugas yang biasa jaga di bagian check-in lihat aku lari-lari dan pasti dia tahu kalo aku udah mau terlambat sehingga aku di dahulukan. Saking paniknya, ketika aku mengetik kode booking buat check-in sampai gemeteran dan salah ketik mulu. Karena kereta bakalan jalan 5 menit lagi. Tapi Petugas itu menenangkan saya sambil berkata, “Santai kak, jangan panik. Kalau panik nanti salah ketik mulu.” 

Setelah aku check-in dan print tiket keretaku, aku lanjut berlari kembali menuju tempat boarding. Dari jauh Petugas pemeriksaan tiket berkata, “Siapkan tiket dan KTPnya, bu.” Dan akupun sambil berlari sambil mempersiapkan KTP-ku juga. Selesai boarding aku lari lagi menuju gerbong kereta, dan Pramugari kereta juga berkata dari jau, “Ayo cepat! Keratanya akan berangkat.” 

“Puji Tuhan!” kata yang pertama kali aku ucapkan ketika aku sampai di gerbong kereta paling belakang. Karena pas banget ketika aku naik kereta, kereta pun bunyi “Tuuuuuuttt….” kemudian jalan. Meskipun belum sampai di kursi tempat duduk, karena kursiku masih ada di gerbong kereta paling depan. Akupun berjalan menuju gerbong yang paling depan melalui gerbong satu ke gerbong yang lainnya.

Aku benar-benar mengucap syukur, pengalaman ini benar-benar mengesankan dan menjadi pelajaran buat aku, “supaya mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga tidak ada yang tertinggal lagi. Dan berangkat jauh lebih lama sebelum keberangkatan, sehingga apabila jalanan macet lagi aku tidak perlu khawatir lagi. “

Advertisements

2 thoughts on “Hampir ditingal kereta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s